Skip to main content

Sepenggal kisah yang tersisa

masih sama, saat pandangan menyitari pekarangan rumah kost yang ramai dengan suara kendaraan yang lalu lalang tak ada habisnya. sesekali terdengar suara orang bercakap dan tertawa , tak tahu dari mana , saya tak begitu peduli.

masih disuasana yang sama, begitu pikiran teramat lelah dengan mata kuliah yang selalu menuntut. hal yang selalu saya lakukan adalah memutar kembali jeda waktu yang tersisa . jeda yang begitu banyak meninggalkan kesan bahagia dibeberapa tahun silam. yah, jeda bersama kalian, jeda bersama mereka.

saya arahkan mouse kealbum kenangan itu...
dan.....
yah, disinilah moment itu terbingkai. foto ini diambil bebrapa tahun yang lalu, sekarang keadaan gapura ini lebih fantastic lagii. hmpp,gapura yang saya rindukan. saya ingat, setiap pagi tak pernah saya lupa menyapanya. tak pernah saya melewati jalan lain selain gapura ini, alasannya bukan hanya karna tak ada jalan lain,tapi karna memang gapura ini begitu sayang untuk dilewatkan. terasa tak lengkap tanpa melewatinya saat datang dan pulang sekolah. saya juga ingat,bagaimana gapura ini menjadi saksi bisu, menjadi tempat beradu ketika saya terlambat dan tak diizinkan masuk. gapura inilah tempat saya mengadu , mengeluh dan mengoceh kesal sama pak widi.



moment kali ini terukir ketika disekolah ada acara perpisahan guru guru.  saya ingat mement mengharukan ini,dimana saat akhir acara, kami dipercayakan untuk mengisinya. kami membentuk satu paduan suara , yang kami persembahkan khususbuat pahlawan pahlawan yang begitu berjasa ini.  saya ingat, saat kami menyanyikan lagu itu, bagaimana mereka menangis haru. saya ingat,bagaimana kami menangis didepan semua siswa karna terbawa suasana.

saya pengen ketawa kalo ingat moment yang ini. :-D
jepretan ini diambil saat saya maasih Ababil. moment ini, memang keren . saya adalah tipe orang yang sangat suka jalan-jalan. apalagi ditempat tempat yang terbilang menakjubkan. saya akan menyempatkan waktu untuk berkunjung meski resikonya tidak kecil. nah, karna kemauan itu. saya dan ababil ababil lainnya menyempatkan diri ke danau yang satu ini. kami mengenalnya danau mooat. tempatnya memang keren . tapiii, resikonya juga gak tanggung tanggung. masih tergambar jelas bagaimana wali kelas kami nangis saat tahu kami berkunjung ketempat itu. bagaimana kami mencari jalan keluar agar wali kelas bersedia memaafkan. dan bagaimana akhirnya kami nangis rame - rame minta maaf sama wali kelas. ah,moment ini.
moment yang satu ini juga tak kalah menarik. kami mengadakan penilitian biologi dimaelang, tepatnya disalah satu desa yang disekitarnya banyak terdpat pantai pantai menarik nun indah. moment ini sangat istimewa, lwat moment ini kami menjadi lebih tahu banyak hal ,ilmu , kebersamaan, cinta dan kasih sayang. lewat moment ini kebersamaan dan kasih sayang antara kami menjadi lebih kokoh. thenkz maelang

saya masih sangat ingat moment yang ini, moment beberapa bulan yang lalu.moment terakhir bersama mereka. moment dengan kebaya biru itu. satu hal yang tak bisa saya lupakan di moment ini, pentas teater yang kami lakoni. itu pentas teater pertama yang saya ikuti. sungguh, hal itu mampu membuat saya menjadi panas dingin. tapii, alhamdulilah hasilnya pun baik walaupun terjadi banyak kontrofersi setelah itu.

tak ada yang lebih indah dari semua moment itu. ini hanyalah sepenggal kisah yang tersisa. masih terlalu banyak . bahkan sangat banyak. semuanya tak bisa lagi saya salin dalam kata-kata karna untuk menggambarkannya saja terasa susah. sangat istimewa hingga saya pun tak mampu mentransfernya dalam bentuk kalimat dan paragraf. mungkin kelak, moment-moment ini akan terus terjaga dan dikenang. oleh anak anak kita, cucu -cucu kita , dan semua orang yang saya rasa patut mengetahui betapa moment moment itu teramat berharga.
tak ada yang terhapus , semuanya tetap sama. saya masih menyimpan tiap sudut kenangan yang terlukis indah dalam benak.malah yang ada sekarang semuanya bertambah. sekarang yang terasa adalah kerinduan pada kenangan kenangan itu, kerinduan pada sosok-sosok yang walau sangat keterlaluan sikapnya, namun mampu menyunggingkan senyum diwajah setiap orang.
kini saya sadar apa artinya jarak dan kenapa jarak selalu ada. yah , jawabannya agar kita mengertii apa itu kerinduan dan bagaimana menghargai masa lalu. sungguh,terlalu banyak yang kalian berikan. terlalu banyak , hingga kata banyak itu sendiri tak mampu melukiskannya.

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...