Skip to main content

Ampuni Aku, Dia, dan Mereka



kaki ini melangkah begitu gontai ketika mengetahui hal itu
ingin rasanya tak pernah mendengar semuanya
ingin rasanya menarik ulur waktu yang tlah lewat beberapa menit yang lalu
ingin rasanya menutup telinga dan membiarkan segalanya tetap sama tanpa kuketahui yang sebenarnya.
ah, betapa menyesalnya aku.

sungguh, cerita singkat tentang seorang teman ini . mungkin kelak hanya akan diingat tak lebih dari tumpukan tulisan usang yang melayukan mata untuk membaca. mungkin kelak cerita ini tak ubahnya sampah kering yang menoleh pun seakan mata tak sudi. sungguh, cerita ini begitu mebekas didasar hati hingga saat sekarang pun tak pernah ku mengindahkan praktek tak bersahaja itu. yah, sampai saat ini.

namaku Nidah as syifa . mereka sering menyapaku syifa.
aku seorang mahasiswi berusia 18 tahun, yang sekarang sedang belajar disalah satu sekolah tinggi agama di salah satukota besar di Indonesia. layaknya seorang mahasiswi biasa. aktifitas sehari hariku adalah kampus,kost,kampus,kost dan begitu seterusnya.

tak pernah terbesit dibenakku ingin menambahkan beberapa jadwal yang sering dilakukan remaja putri pada umumnya. seperti kemall, jalan2, sampai pada praktek malam mingguan yang sejujurnya seumur-umur belum pernah kulakukan. semua kegiatan asing itu, entah kenapa begitu dibudayakan ditempat dimana aku tinggal , bahkan tidak hanya malam minggu saja aku bisa menemukan sepasang laki-laki dan perempuan berduaan ditempat sepi yang sering mereka gelari sepasang kekasih itu, dimalam biasa pun terlihat mereka berjejeran didepan kost . ah, sungguh hal yang teramat asing dimataku.

sampai pada suatu ketika, aku bertemu dengan seorang wanita . seorang teman yang kurasa mempunyai pendapat yang sama denganku yakni tak mengindahkan praktek pacaran.Nurul fatimah namanya. kami banyakberbagi dan berdiskusi tentang sebab-akibat dlam suatu hubungan yang tak lain dan tak bukan adalah praktek pacaran.
pernah suatu waktu dia beropini
" syifa asal kau tahu, pacaran itu tidak enak. banyak sakitnya,banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.pacaran itu cuman bikin dosa, berduaan ditempat sepi . dan diikuti setan kemana - mana. pacaran itu bikin kita lupa sama sang pencipta, asal kau tahu syifa, saat kita sedang pacaran yang mereka bilangmabuk kepayang. yang ada diingatan kita itu cuma bayangan sang pacar, takada yang lain. Tuhan pun seakan kita lupakan,ah pokoknya gitu deh, asli dosa"
akupun kaget bercampur heran. dari mana dia tahu segitu bnyaknya tentang pacaran?apakah seorang nurul pernah pacaran??ah, bukan,aku tak su'udzon . hanya sekedar memastikan.
tak tanggung-tanggung aku menanyakannya pada nurul
"nurul apa kau pernah pacaran??"
dengan enteng nurul menjawab 
" pernahlah. semua orang pernah pacaran "
hmpp,jelas sudah. seorang nurul fatimah pun yang begitu mengecam praktek pacaran, ternyata pernah pula mengecap bagaimana rasanya pacaran itu sendiri. aku tidak kecewa dengan nurul, toh,semua itu memang benar semua orang pernah pacaran , yah semua orang kecuali aku. 

aku pun tak pernah kecewa dengan diriku yang pada kenyataannya memang 'belum' pernah pacaran.
aku memang belum pernah pacaran. tapi, pengetahuan pacaranku tak ubahnya mereka yang sering gonta ganti pacar setiap malamminggu tiba. entah kenapa,aku merasa lebih banyak tahu daripada mereka. tapi memang aku kalah dalam prakteknya.

aku memang takpernah suka pacaran. bahkan sangat tidak suka.
geram rasanya melihat mereka beduaan dan terlihat saling malu-malu untuk menatap. 
risih rasanya melihat mereka saling berpegangan tangan dan berjalan layaknya manusia tak berdosa
ingin rasanya mengalihkan pandangan . namun disisi lain , semua objek yang terlihat adalah sama sepasang insan yang merasa dunia bagai milik berdua. seakan yang lain tak berhak menempatinya.

aku dan nurul. masih menjadi sahabat yang setiap jengkal dialog kami pasti terselip kata tuduhan,kata kecaman, dan kata -kata protes terhadap manusia - manusia yang bergulat dan masih saja berpraktek ria dalam bingkai pacaran.Nurul teramat gusar melihat sepasang kekasih yang dilihatnya saat sedang jalan disebuah mall.
"syifa, aku tak tahu ap yang sedang dirasakan keduaseoli itu saat berjalan dedepan umum dengan posisi mereka yang seperti itu. tangan lelaki yang merangkul pinggang wanita, dan wanita itupun dengan pasrah, dirangkul dan digandeng. tubuh mereka pun seakan berdempetan dan tak terdapat jarak sama sekali. sungguh pemandangan yang merisihkan. aku sangat tidak suka, bahkan ingin rasanya kedua sejoli itu ku hempaskan dari lantai 4 mall"
begitulah nurul menanggapi, kata-katanya memang sedikit kasar.mungkin itu disebabkan karna dirinya sedang emosi . entah kebencian nurul tlah berada pda ketinggian berapa. entah kenapa tegangannya terasa begitu tinggi kurasakan. aku memang tak menyukai pacaran tapi tak sefrontal dan sedendam nurul. nurul oh nurul.dia sangat suka mengemukakan pendapat, dia tak peduli pedapatnya itu terlalu kasar atau terlalu pahit, yang dia tahu hanya satu. yang dia ucapkan adalah sesuatu yang benar. diam diam aku kagum dengan pribadi nurul yang tegas namun tak pernah melalaikan syariat.

hingga disuatu senja, aku berniat kekostan nurul untuk sekedar berdialog.
betapa kagetnya aku saat mendapati nurul berada dalam satu kamar dengan seorang pria.
aku tak tahu apa yang mereka lakukan. karna aku tak diizinkannya masuk dalam kamar kostnya.
aku bahkan mengetahui ada pria dalam kamarnya karna melihat pria itu keluar dari kamar mandi, yang pintunya tepat berpas-pasan dengan pintu kost kamar.
aku tau nurul sontak kaget mendapati aku yang tiba-tiba berada didepan kostnya.

kecewa?? tentu saja.sosok nurul fatimah yang baru beberapa waktu lalusempat kukagumi dan agungkan.
malaikat yang menjunjung tinggi keharaman praktek pacaran. kini kutemukan hitam,pekat dan keadaannya begitu memprihatinkan.
nurul nurul, kenapa kau menjelma menjadi pekat saat sinarmu begitu terang dibeberapa detik yang lalu. 
takkah kau tau nurul?? aku begitu kecewa,bahkan sangat kecewa mendapatimu dalam keadaan seperti itu. 
kemana kata-katamu yang melarang keras berpacaran,mengecam habis-habisan praktek pacaran bahkan kata-kata kutukan yang kau tujukan pada manusia manusia yang ikut andil dlm praktek pacaran tersebut,hanya dengan 1 tuduhan : DOSA. MEREKA BERDOSA.begitu katamu.

aku memerlukan penjelasan.dan nurul pun dengan suka rela menjelaskan segalanya . yang jelas ini bukan kesalahpahaman. 
kami duduk disebuah pondok kampus.aku menatapnya seakan penuh tuntut.
nurul yang tau kalau aku kecewa,mencoba menatapku dalam. aku melihat ada gurat penyesalan diwajahnya. 
setelah diam selama beberapa menit. aku membuka percakapan dengan sebuah kata tanya
" maksud yg kemarin itu apa yah??pria itu siapa?? kenapa kalian bisa berada dalam 1kamar??"
nurul menghela napas dan mulai bicara dengan nada berat
"syifa. aku mohon maaf sedalam - dalamnya sama kamu. aku memang tak pernah menyinggung masalah ini sama kamu, karna aku memang tak pernah ingin kamu tahu. aku, aku seorang wanita malam. yah, mungkin kamu memang harus tahu. aku pekerja malam syifa. seorang pelacur. lalu kenapa , bukankah hal ini lebih mulia dibandingkan sepasang kekasih yang berjalan terang-terangan dan saling bercumbu dedepan umum itu. pekerjaan ini lebih mulia syifa. aku tau kamu akan menganggapku gila . tapi coba kau renungkan lagi. coba kau pkir sematang mungkin . apa salahnya menjadi pelacur??toh, tanpa menjadi pelacur kita pun kelak akan kotor, berdosa dan nantinya masuk neraka. jadi apa salahnya?? praktek pacaran itu, aku memang selalu mengecamnya . sebab , mereka salah dalam menentukan tempat,mereka tak tau harus bagaimana ketika jerat cinta mulai menggerogoti jiwa mereka. yang ada dipikiran mereka hanya cinta,cinta,cinta dan cinta. tau apa mereka tentang cinta??mereka tidak tau apa-apa. semua itu omong kosong syifa. omong kosong. beda dengan dunia pelacuran yang kukeluti. memang kotor dimata masyarakat tapi begitu agung dimataku. menjadi pelacur takpernah didasari rasa cinta. cinta dan omong kosongnya itu. kau tau?? aku senang menjadi seorang pelacur. aku suka dan aku bangga syifa.aku bahagia".

deg..kurasakan godam seakan menghantam dadaku. 
hatiku miris. hatiku sakit. 
oh Tuhan, kenapa kau tumbuhkan akal pada manusia ciptaanMu??
Tuhan, takkah Kau lihat??takkah Kau terawang, bahwa akal itu kini mengasilkan ide-ide gila, pemahamn pemahaman konyol yang tak pantas mereka pikirkan...
 oh Tuhan,kenapa pula harus Nurul.Nurul fatimah yang kukenal. kenapaharus dia yang Kau anugerahi akal dengan sebukit doktrin gila itu??

oh,Nurul. seberapa kuat pun kau membenarkan opinimu. opiniku tak kan tergoyah, takkan terganti. aku meyakini syariat islam. aku mempercayai islam dan aku tlah berjanji akan mematuhi dan menjalankannya dengan baik. tak kan ku izinkan ide gilamu itu membututi tiap jengkal keyakinaku. tak akan.

Kau tau Nurul. Kau bagaikan tokoh Nidah Kirani yang kubaca dalam buku karya Muhidin M.Dahlan
opininya persis denganmu, nidah kirana yang menamakan dirinya sendiri dengan sebutan putri api,.
sungguh, pemikirannya terlampau batas menurutku. pemikirannya yang membuatnya seakan menjadiseseorang yang sangat kubenci.
dan kau tahu nurul. kini akupun harus membencimu, menjadikanmu musuhku . musuh agama yang beropini tak layaknya seorang peneror agama,dan perusak agama dengan semua opini gilamu itu.
kau pun perlu tahu nurul, akhir kisah dari sosok Nidah Kirani adalah kesengsaraan. Dia sengsara dan kering akan Iman. bahkan untuk merasakan tuhan dalam hatinya pun dia tak bisa lagi. takkah kau rasakan betapa sengasaranya dia??hah??

dan yang lebih mengecewakan lagi, kau mengalahkan cinta atas semua yang terjadi denganmu.
tanpa kau tahu, cinta tak pernah salah nurul, tak pernah.
cinta diciptakan karna cinta memang mulia yakni cinta yang hakiki. cinta kepada sang maha Pencinta. 
oh nurul, semoga kau diampuni dengan semua pemikiran dan ide gilamu itu. semoga kau dilindungi dengan semua dunia malammu itu. semoga surga tetap menanti dan merindukanmu dialam yang membayangkannya pun tak pernah terjadi..
ampuni aku karna ketidakberdayaanku tuhan
ampuni dia dan mereka....

( terinspirasi dari buku : Tuhan,izinkan aku menjadi pelacur! karya Muhidin M. Dahlan)

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...