Skip to main content

Buat kamu yang besok ulang tahun


25 september..
entah kenapa saya jadi pengen nulis sebelum tanggal ini tiba
mungkin karna tanggal itu selalu saya lihat dalam kalender dan ditandai titik merah diatasnya
mungkin karna tiap saya membuka akun fb , tanggal itu terpampang jelas
yah, semua kemungkinan itu benar adanya.

selamat ulang tahun..
begitu masyarakat kita sering mengucapkannya,jika peristiwa bertambah usia ini terjadi..
padahal sejujurnya peristiwa ini memang takseharusnya diiringi dengan kata 'selamat'
saya tahu kamu pasti lebih paham dimana umur hakikatnya tidak bertambah melainkan sebaliknya..
lalu,kenapa saya harus mengucapkan selamat jika ternyata umurmu makin berkurang??
ah, saya yakin kamu lebih memahami..

besok..
hari dimana usia mu makin berkurang
saya ingin menyisipkan beberapa doa buat kamu,kamu yang besok ulang tahun..
semoga doa ini bisa buat kamusadar kalo ada banyak orang yang sayang dan peduli saama kamu, termasuk saya..yah saya ingin berdoa ....
semoga diusiamu yang ke - 18 ini akan lebih barokah, kamu lebih dewasa, lebih bisa membedakan yang hak dan batil,yangbaik dan buruk , yang harus dan tak harus,yang pantas dan tak pantas, lebih bisa mengendalikan emosi, lebih bersyukur kepada Allah, dan tetap mengingatNya dalam setiap suasana..
yah, semoga setiap waktu dan langkah kaki mu tetap diridhoi sang Maha Pengasih...amin amin amin

tulisan ini semoga ketika kamu membacanya,kamu bakalan sadar kalo kamu salah satu orang paling penting dalam hidup saya sekarang.
 meski tulisan ini memang tak begitu berarti..
maaf saya tak bisa memberikan hadiah apa2 karna saya tahu yang lebih afdhol dipersembahkan adalah seuntai doa bukan hadiah. ah, skali lagi kamu lebih mengertiii tentang itu...

terakhir..
biarkelihatan lebih keren saya pengen nyanyi lagu inggris buat kamu
happy b'day to you,happy b'day to you,happy b'day happy b'day happy b'day to you...(dengan kue ultah + niup terompet)

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...