Skip to main content

8 November dalam memory.

selamat tinggal. sampai berjumpa lagi.
memang, mengucapkan selalu lebih mudah padahal hati tak pernah merasa cukup rela. 

6 jam selama 6 hari yang dihabiskan selama 1 bulan terakhir ini, seakan menambah stok kenangan yang kemudian hanya bisa terflashback di waktu senggang. rasanya baru kemarin hari pertama masuk. 1 bulan tapi kenapa terasa begitu sebentar? waktu. 

waktu, selalu terasa misterius seakan menyimpan seribu rahasia. banyak orang yang selalu mencoba menebak-nebak, berusaha menjawab rahasianya yang tersimpan rapi, tapi hingga abad ini...nihil. waktu masih menjadi rahasia langit yang tak terpecahkan oleh zaman. misterius seperti kabut. entah ada apa dibaliknya, tidak ada yang tau secara jelas dan gamblang. tapi itulah dia, sang waktu. selalu punya cara agar tidak dilupakan. dengan apa? kenangan.

kenangan, bagian dari tumpukan ingatan. dimana bentuknya kemudian menjadi magnet-magnet yang menempel erat. melekat dan tak terlupakan. begitu, mungkin. bias pelangi yang perlahan memudar, sesaat warna dan cahayanya memang telah luntur, langit memang terlihat telah biru, tapi di sepasang mata langit tetap melukiskan mejikuhibiniyu yang memukau, kenapa? yah, seperti itulah kenangan. melekat, berkesan dan kemudian tak terlupakan. tak pernah. 

malam terakhir
dinas terakhir
resep terakhir
pelayanan terakhir
penyiapan obat terakhir
makan malam terakhir 
dan...sabtu malam terakhir. 
ah, intinya Terima Kasih Kartens ;)

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...