Skip to main content

Perasaan ini apa namanya??

entah kenapa akhir - akhir ini saya sering merindukan seseorang yang entah siapa..
terlalu banyak yang saya rasa perlu dirindukan
ah, tiba tiba saja saya merasa begitu kosong

perasaan ini apa namanya??
sendiri
yah,mungkin ini yang dinamakan sendiri
kenapa saya baru bisa menyadarinya sekarang??
setelah ternyata tak selamanya kita merasa terus menerus memiliki seseorang,mempunyai seseorang yang bisa terus kita andalkan, mempunyai tempat berteduh disaat matahari terlalu menyengat dan ketika hujan  turun begitu deras.yah, ketika menyadari tak selamanya seseorang terus berada disamping kita dan menghapus air mata ketika kita menangis. terkadang kita ternyata harus menghapus air mata itu sendiri,atau bahkan terkadang kita harus membiarkannya terus jatuh dan mengalir ,membiarkannya menyentuh tiap lekukan pipi kita. membiarkannya mengalir sampai saatnya dia akan berhenti sendiri.

terlalu banyak yang saya rindukan saat ini
mama,papa,kakak,adik,keluarga,teman teman, sekolah, bahkan entah kenapa saya merindukan sosok jodoh yang entah siapa .
jodoh itu salah satu rahasia Tuhan. begitu kata mereka.
saya jadi penasaran ,bagaimana nanti saya bertemu dengan sosok jodoh itu.
mungkin gak yah, kejadiannya baakalan sma dengan kisah cinta mama dan papa
mungkin gak yah, kejadiannya bakalan seromantis kisah cinta, yang endingnya hidup bahagia  selamanya.
mungkin gak yah??mungkin sekarang belum waktunya saya menanyakannya, ini belum waktunya.

masih merasa begitu sendiri
saya tak paham dengan yang saya rasakan sekarang.
terlalu lama dibahas malah makin menjadi jadi

mungkin ini saatnya saya mencoba lagi, membuka pintu untuk orang lain
tapii...
tidak.saya masih belum siap mengambil resiko , resiko kecil yang dampaknya mungkin terlalu besar untuk manusia seperti saya.
sudahlah, lupakan . takkan ada. kesalahan itu tak mungkin terulang.

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...