Skip to main content

Pembalasan dari AIR.


mungkin ini karma buat gue,balasan buat gue. 
mungkin kemarin,seminggu yang lalu, sebulan yang lalu atau beberapa tahun yang lalu gue pernah ngebuat kesalahan fatal yang bikin hidup gue kayak gini .
sekarang gue ngerti apa arti pembalasan dan gimana menghargai sesuatu walau dia hanya setetes air.

air adalah sumber kehidupan. dan sayangnya (dulu) gue gak pernah sadar akan itu. 
mungkin dulu ,entah kapan dan dimana,entah sadar atau gak. gue pernah nyia-nyiain air 'si sumber kehidupan' ini.mungkin gue pernah dengan sengaja membuang air yang tak bersalah itu tanpa memikirkan orang - orang disekeliling gue yang teramat memerlukannya.

ini pembalasan dari air. gue tahu.
gue minta maaf . gue nyesel. gue tobat

sekarang gue ngerti .
puasa dilakukan supaya kita bisa tahu,gimana rasanya kelaparan. gimana rasanya jadi orang orang yang kurang beruntung dan harus bertahan hidup dengan perut keroncongan.
mungkin hal itu pula yang sedang tuhan isyaratkan kegue saat ini. gue kehausan biar gue ngerti gimana rasanya jadi orang yang untuk minum pun susah. untuk minum pun harus bekerja . yah, pasti itu alasannya .
ah, Allah memang Maha Adil lagi Mengetahui.

ini pelajaran. ini ujian.dan ini memang seharusnya gue rasakan .
lagi lagi, selain gue ngerti kalo Allah punya maksud baik . gue juga sadar , seharusnya gue bisa lebih  baik dalam menyikapi apa saja . yah, termasuk air . mungkin seharusnya gue bisa memperlakukannya lebih layak lagi dari sebelumnya.

mungkin semua remaja yang bernasib sama kayak gue (sebut saja anak kost) pernah ngerasain hal yang sama. yah, pernah ngerasain apaitu sengsara (lapar ,haus dan miris). mungkin kayak gitu. setidaknya gue bukan satu-satunya remaja yang sedang/pernah ngerasain ini.

ini keluhan. gue sadar itu .
mengeluh tapi mengeluhlah seperlunya.
yah,hal itu yang sedang gue lakuin.
gue gak mau meminta terlalu banyak , kemudian malah mngeluh lebih banyak lagi.
hamba macam apa gue, kalo untuk hal - hal kecil seperti itupun gak bisa gue tangani . 

tapi..
ah ,beneren
gue haus
gue kekeringan
gue pengen minum
dan gue pengen hujan turun dari loteng kamar gue. 

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...