Skip to main content

Now i'm a Singer


setelah mulai bergelut dalam ilmu farmasi
gue jadi sadar, kalo hidup tuh gak pernah asiik kalo gak ada rumitnya,kalo gak ada sulitnya.
se enggaknya kita perlu tau gimana artinya sebuah kesusahan

begitu pula ketika gue mulai berkiprah dalam dunia tarik suara *ceile
gue jadi sadar, kalo nyanyi tuh, gak cuman sekedar nyanyi
melainkan, harus tau apa, bagaimana, dan cara menyanyi itu sendiri
yah,gue memang anak baru dalam dunia tarik suara, tepatnya masih sangatsangat baru
suara gue juga gak bisa dibilang bagus bagus amat. bahkan emg gak bisa dibilang bagus.
suara gue standard . sangat sangat standard.

ketika berada diruangan berAC itu.
kalian tau apa yang gue rasain?gue kedinginan . bukan karna AC nya .tapi ketika gue sadar, bahwa gue adalah satu satunya yang mempunyai suara yang teramat pas pasan. pengen banget rasanya gue melarikan diri saat itu,tapi gue disekap. gue diikat dan disumbat mulutnya pake kain pel. sungguh mengerikan.
ditengah kesenjangan gue yang teramat menyiksa batin . tiba - tiba seorang perempuan , dengan kemeja kotak kotak berwarna biru,  rambutnya yang tergerai panjang menutupi punggungnya yang datar.
perempuan itu,duduk dikursi sofa hitam tepat didepan keyboard yang telah disediakan sedari tadi. dan menunjuk seorang dari kami. kemudian, tanpa diberi aba aba lagi, wanita didepan gue yang ditunjuk oleh si kemeja kotak-kotak,membuka suara
"baiklah,sebelum kita memulai latihan sore ini marilah sama - sama kita berdoa ....... amiin.selesai."

K'lia .begitu mereka sering menyapa wanita berbaju kotak kotak itu. dia adalah Ibu kami. Ibu dalam tim kasidah kami *gue lebih senang menyebutnya demikian. yah, begitu gue nganggapnya. layaknya seorang Ibu yang ingin anaknya bisa berjalan dan berlari, dia melakukan hal yang sama terhadap kami. dialah yg mengajarkan kami bagaimana bernyanyi indah nan memukau. mengajarkan bagaimana tehnik menyanyi ala beyonce .dan segala hal yang pernah gue lihat di latihan finalis Indonesian Idol .
pokoknya segala hal yang gue dapat sejak hari pertama latihan adalah hal paling berharga yg bisa gue ketahui hingga saat ini.


k'lia menganggukkan kepala diiringi jentikan jarinya.
barisan kami yang awalnya amburadul,kini berubah  menjadi barisan yang tertata rapi menurut jenis suara.
kebetulan gue berdiri dengan sekelompok pasukan Alto ,alto itu bukan nama kucing, bukan pula nama planet. alto itu ...emh, gue taunya sih,tipe suara untuk cewek aja ,yah pokokx yg kyak gitu deh .nah dari situlah gue resmi menjadi anggota keluarga dikeluarga besar Alto . terharu memang.

lagu pertama yang kami nyanyiin adalah 'rek ayo rek'  lagu daerah jawa timur ini. berhasil ngebuat gue terkesima bukan kepalang. kerennya pake banget. pokoknya  ..hmpp, delicious *pengaruh lapar
lagu selanjutnya, someone like you nya mbak adele. lagu yang satu ini mampu buat gue makin minder dan makin makin gak pede dengan anugrah suara yang Tuhan karuniakan kegue.sumpah deh. semua. kecuali gue .memiliki suara emas seemas emasnya. pokokx wow sewow wownya .
beneren deh.kalo gue punya suara se indah mereka ,gue bakalan jadi orang paling sombong seindonesia. mungkin itu sebabnya tuhan tak mengizinkan gue memiliki suara sehebat mereka. ah,tuhan memang Maha Mengetahui.

tapi gue tetap banggaa..
gue banggaaa ketika sadar bahwa sekarang gue anggota tim kasidah nya kampus gue *sekali lagi,gue lebih senang menyebutnya demikian* 
gue banggaaa ketika semua orang memandangi kami dan bertepuk tangan takjub.
gue banggaaa akhirnya gue bisa masuk dibarisan ini, barisan yang dulunya hanya bisa gue lihat diantara semua mahasiswa dan tersenyum haru.
gue bangga ketika mereka menganggap gue memiliki suara sama hebatnya dengan yang lain.
yah,gue bangga, bahkan teramat bangga.

tau gak?
menjadi seorang penyanyi itu gak harus mempunyai suara yang memukau.
cukup niat dan percaya diri.
begitu kata K'lia.
dan itulah yang gue rasain sekarang.
suara gue lama kelamaan jadi lebih baik dari sebelumnya.meskipun cuman gue yang ngerasain.yah,semoga aja suara gue bakalan seindah K'Lona nantinya. mungkin itu salah satu alasan gue tetap berada di sini setelah alasan kekompakan dan saling pijit di alam kasida ini. hmpp.

yah,intinya : now i'm a singer.

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...