Skip to main content

01 Desember 2012

hari ini sabtu, 1 desember 2012
hari dimana gue tau, kalo setiap jiwa ,mempunyai jalan yang berbeda
gue gak pernah ngerti dengan segala hiruk pikuk dunia yang yang mereka lewati
gue gak tau seberapa sulit mereka menjalani hidup selama ini
gue gak tau.

1 desember 2012
tanggal ini ngebuat gue paham , kalo  setiap kepala mempunyai prinsip hidup yang berbeda-beda
kita udah berada disini hampir enam bulan. dan enam bulan bukan waktu yang singkat untuk membuat segalanya tak berarti
sangat mudah untuk melangkah mundur . tapi takkan mudah untuk melangkah dan memulai sesuatu yang sama. sulit dan itu pasti. 

1 desember 2012
buat gue tau, kalo semua ini bukan hal yang mudah untuk dinikmati dalam jangka panjang.
tapi kamu pun perlu tau , suatu barang yang berkualitas tinggi gak akan mungkin bisa dinikmati dengan harga murah.
setidaknya kita harus merelakan beberapa lembar anti air untuk mendapatkan barang tersebut.
sama halnya dengan ini, sesuatu yang teramat berarti gak akan mungkin bisa dinikmati begitu saja. segalanya butuh yang namanya pengorbanan.
kamu tentu lebih paham apa yang sedang gue utarakan .

 1 desember 2012
gue jadi lebih sadar, apa arti dari sebuah perbedaan.
mencoba menerima apa yang mereka miliki, dan mencoba memberikan apa yang gue sanggupi  walau itu tak ada artinya sama sekali.
perbedaan mengajarkan bagaimana menjadi suatu kesatuan yang harmonis.
tetap mengisi dan berbagi walau tembok raksasa cina menghalangi . kami adalah satu , karna torang samua basudara.
mungkin ini adalah hal yang teramat sangat gila bagi semua orang. terlebih indonesia adalah negara berketuhanan , negara dengan beragam umat beragama.
hal ini , sungguh praktek yang mampu membuat kening berkerut.
tapi kembali lagi, kami adalah satu. dan apapun yang mereka katakan .
alasan utama gue. pertama , ini adalah bagian dari menghargai sebuah perbedaan. kedua , ini adalah hobby dan gue ingin mengembangkannya menjadi sesuatu yang nyata .

satu - desem - ber - du-a-ribu-dua-be-las.
gue sengaja menulisnya demikian .
gue ingin menikmati tiap sudut huruf - huruf itu menjadi sebuah nada solmisasi.
gue ingat hari ini. dan akan tetap meengingatnya besok ,lusa dan nantiii.

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...