Skip to main content

minggu dengan sentuhan coklat

Bau, tawa, suara , kebodohan dan kekonyolan itu, seakan menyatu dengan nafas yang serasa menolak untuk keluar dari peraduannya.

Ternyata benar. Kalo gak semua harus berakhir “happy ever after”. Gak semua yang diperjuangkan juga membuahkan hasil yang diharapkan. Kayak gak semua pohon rambutan berbuah rambutan enak.

Maunya lebih baik, tapi sejauh ini tak pernah lebih baik dari sebelumnya.
Perasaan mulai campur aduk, dari kesel,benci,marah,sedih,sampe kangen mereka seakan bernaung dan terus-terusan protes minta pertanggung jawaban. Sekarang baru tau kalo jadi konsisten itu susah. Apalagi soal perasaan.

Entah kenapa, saat udah gak sama-sama, malah jadi terasa lebih berharga .
kenapa dari dulu gak sadar dengan ini? Padahal dia hanya minta satu hal, perubahan .just it!
Kenapa terlalu egois hanya untuk sekedar berubah? Bodoh

Segalanya seakan ter-flashback secara otomatis dan mencoba  menguatkan asa kalo ini nyata .ini serius! Nyesel kenapa kemarin gak diperjuangkan lagi, gak di buat serumit ini, gak dibuat berbelit-belit, mungkin semuanya gak bakalan kayak gini.  Ah, Seandainya hidup bisa dikontrol z.

Tapi, bukankah segalanya bisa dikondisikan, bisa dibicarakan dan bisa diusahakan ? semuanya tergantung niat dan kemauan.itu aja! Dan kamu, mungkin gak punya niat untuk itu. yah aku tau! Ini sepihak. Di ujung sana kamu pasti juga gak mikirin aku kan?-__-“

Tak banyak. hanya terasa seperti beberapa minggu yang diberi sentuhan coklat. Manis banget.
Oh yaa , Jangan lupa sholat yah!

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...