Skip to main content

Maaf ~

Untuk kesekian kalinya. Tatapan tegas dari mata itu , membuat hati terhenyak dan seketika disentuh tetesan dingin yang kembali menyentuh palung hati.
Tak tahu harus bersikap bagaimana ketika mata itu mencoba mendapat balas .
Ingin menatap balik tapi hati merasa berat harus beradu pandang dengannya.
Hanya terus merunduk,bukan menghindar tapi tatapan itu terasa begitu dalam.
Bulir-bulir air yang mengalir kini tak cukup mampu mengutarakannya.

Dengan segenap doa dan kasih sayang yang tak pernah pudar . dengan segala bentuk penyesalan yang tak ada habisnya.
Maaf.
Atas segala ketidak sengajaan yang menorehkan luka begitu dalam. walau aku tau, kata maaf ini tak mampu merubah kenyataan,tak mampu merubah segalanya menjadi seperti sedia kala.
Maaf
Atas segala bentuk penghormatan yang belum sempat kulakukan , penghormatan sebagai seorang yang harusnya lebih mampu berbakti kepadamu . mampu membuatmu merasa disegani semua orang.
Maaf
Atas setiap tetesan airmata yang selalu kau sembunyikan dibalik wajahmu yang tegas,dibalik 2mata mu yang lelah.yang tak pernah satu kali pun dgn sengaja kau tumpahkan didepan kami karna kau tau itu akan membuat kami ikut menangis.
Maaf
Membuatmu  cukup terbebani untuk mencapai cita-citaku ,kesuksesanku, yang kau tentu tau itu murni untuk hidupku yang lebih baik dimasa depan nanti
Maaf
Untuk semua tindakan bodoh yang pernah yang kulakukan karna merasa kasih sayangmu tak pernah merata.
Maaf
Atas semua pikiran yang membuatku sempat membencimu.
Maaf
Karna tak mampu menjadi apa yang kau mau padahal itu sangat mudah untuk kulakukan
Maaf
Untuk setiap peluh lelah yang menetes dari kulit keringmu yang tak kumanfaatkan dengan bijak
Maaf
Karna aku tak banyak belajar dari tiap nasehat yang kau tunjukkan lewat bahasa tubuh dan ketegaran hatimu
Maaf
Untuk semua kecintaanmu yang tak pernah kupedulikan sebelumnya, kecintaan yang kurasa tak pernah cukup untuk hidup dalam duniaku
Maaf
Atas segala tindakan yang kemudian mencoreng nama indahmu
Maaf
Untuk semua kata maaf ini yang seketika mengisyaratkan terlalu banyak khilafku terhadapmu

Terlalu banyak maaf yang terucap
Tapi sungguh,sejauh ini takkan ada kata-kata yang lebih pantas selain kata maaf.
Air mata? Bahkan mngkin itu tak bisa lagi mengutarakan setiap penyesalan yang kini menjarah dada.
Sekali lagi,hanya kata maaf yang tak berujung,maaf yang terdalam,maaf yang tak terhingga yang dapat kupersembahkan sebagai bentuk kasih sayang dan rasa cinta.  Sampai nanti kutemukan kata lain yang dapat merubah segalanya menjadi kembali biasa.Nantii, saat kaki tlah cukup kuat berpijak dan tangan tlah cukup ikhlas untuk memberi. Maaf~

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...