Skip to main content

KITA adalah SAMA


sabtu kali ini, berhasil mengukir moment yang kini gue putuskan menjadi moment terbaik, ditahun ke 13 di belakang angka 2000.

awan-awan yang bergelantungan dilangit-langit ruangan itu,menjadi saksi bisu bagaimana mereka menjalani kehidupan yang sangat sulit .
lukisan-lukisan yang dihias ditiap sudut dinding bercat putih itu, seakan menyiratkan betapa kehidupan mereka teramat berat.
kehidupan yang pagi tadi mampu membuka mata hati gue . mampu membuat gue ngerti ternyata hidup bukan hanya sekedar dijalani tapi juga DIPERJUANGKAN.
ada banyak hal yang gue dapat ketika berada dalam ruangan sederhana itu

 pertama : semua manusia adalah sama. ras,etnis,rupa,warna,agama bahkan sempurna atau tidaknya seseorang bukan menjadi suatu ukuran dimana manusia harus dikotak-kotakkan. KITA adalah SAMA. dan perbedaan bukan menjadi suatu alasan untuk membangun tembok pemisah. begitu pula dengan mereka.

kedua : gue pernah menyatakan dimana keluhan dibolehkan namun mengeluhlah seperlunya. dengan adanya moment berharga ini,kini gue menghapuskan kata keluhan dalam tiap jengkal hidup gue kedepannya. yah, terhitung mulai detik ini 'say no to complaints'. gue belajar dari mereka yang sepantasnya perlu mengeluh namun malah lebih banyak bersyukur . sedangkan gue , sepantasnya perlu banyak bersyukur namun malah banyak mengeluh.

ketiga : ketika dihadapkan pada sebuah kesulitan. mereka ngebantu gue kembali merenung, dimana tiap kesulitan yang gue jalani, gak akan pernah setara dengan apa yang mereka rasakan saat ini. gak akan pernah sebanding dengan apa yang sedang mereka perjuangkan sampai detik ini. gak akan.

gue merasa terlalu berdosa ketika dihadapkan dengan hal-hal seperti ini
gue merasa terlalu durhaka ketika mengetahui dimana tak semua orang bisa menerima kasih sayang orang tua secara free
ketidak sempurnaan pada mereka,mungkin merupakan isyarat dimana mereka merupakan manusia-manusia terbaik yang Tuhan pilih.
ketidak sempurnaan yang mungkin merupakan kelebihan tak ternilai yang Tuhan beri.

gue teramat sadar dengan keberadaan gue yang emang gak pernah luput dari dosa
gue malu sama mereka yang walau penuh dengan keterbatasan namun tak pernah menyalahkan Tuhan.
Tuhan itu adil, bahkan Maha adil. segala yang dia ciptakan tlah digariskan dengan tinta emas yang pasti berujung baik.
segala yang Dia berikan adalah anugerah yang tiap jengkalnya teramat berarti . yah, bahkan sangat sangat berarti.

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...