Skip to main content

Kau tahu? ini belum waktunya

disetiap sedih pasti ada tawa
disetiap susah pasti ada bahagia
dan disetiap awal pasti selalu ada akhir.

3 poin itu..
mungkin kau hanya mengamalkan yang terakhir
mungkin kau hanya mengetahui dan mencoba menunaikan yang terakhir.
tanpa perduli bahwa ketiga poin itu adalah satu dan takkan bisa dipisahkan.

sejujurnya..
saya pernah berharap lebih dari ini
saya sempat membayangkan bahwa kau akan tetap bertahan di medan perang  .
tetap berjuang dan memimpin barisan kami tanpa sedikit pun memikirkan kata-kata mundur.
yah, saya tau itu hanya harapan , dan harapan itu tinggallah harapan. kau kalah dimedan perang, bukan karna kau tertusuk pedang lawan. tapi kau malah mundur lebih awal. membiarkan kami terus berjuang dan melarikan diri dari perjuangan panjang yang kami pun tak tahu kapan berakhirnya. 3 tahunkah? 5 tahun? kau, dia, kami bahkan saya pun tak tahu.
tapi, kau tahu? semua itu seharusnya tak cukup membuat nyalimu ciut. kau masih terlalu kuat untuk menyerah. dan saya tahu kau bisa. 

kenapa orang lain bisa dan kau tak bisa?
pertanyaan yang seharusnya kau jadikan renungan.
pertanyaan itu begitu populer dan orang sepertimu,tidak mungkin tak mengetahuinya.
kau,kau yang disana. saya mohon sadarlah.
bukan karna apa-apa , tapi kau tahu? ini belum waktunya .belum waktunya untuk menyerah , apalagi untuk seorang sepertimu.
apa semua ini karna setumpuk ACC? lembaran jurnal?  atau responsi yang menyengat? kau tahu itu semua hanya bagian dari kesulitan, dan kau pasti tahu setelah kesulitan apa yang akan kita dapatkan.
ataukah kau mundur karna pak Joe? Ibu Roske? Ibu Rilyn ? atau Ibu Elvi? mereka hanya manusia , sama seperti mu, mereka mungkin terlihat seperti manusia pemangsa. tapi mereka takkan mungkin memangsamu. jangankan memangsa,menggigit pun tak mungkin.

sesuatu yang mahal dan berharga , memang takkan mudah untuk didapatkan .
begitu pula yang terjadi pada kita hari ini. segala kesulitan dan kesusahan ini pasti ada ujungnya. dimana ada susah pasti ada senang , ada sedih pasti ada tawa, dan ada awal pasti ada akhir.
kenapa kita harus menyerah dan tunduk pada kesulitan? sedangkan setelah  kesulitan PASTI ada kemudahan . kita hanya perlu menunggu dan bersabar, sampai pada akhirnya kemudahan yang akan menyambut kita dengan senyum mengembang. seperti yang saya katakan di awal , ketiga poin ini adalah satu kesatuan yang utuh. awal- akhir, hanya akan kita dapatkan setelah kita melewati susah- senang, sedih - tawa. takkan mungkin menemui akhir jika kedua hal itu belum kita lewati.
kau tahu? manusia yang lari dari suatu masalah ,pasti akan bertemu dengan masalah yang sama.

sayangnya, saya tak begitu yakin kau akan paham dengan semua yang saya tuliskan.
namun, sekali lagi, Allah itu Adil. Dia takkan memberikan cobaan diluar kemampuan kita. saya percaya itu, dan saya ingin kau pun mempercayainya.

Comments

  1. kinda loves this story like seriously, totally funny, it's like start some crazy thing on me. Thanks for let me read

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...