Skip to main content

DIA


Tak banyak yang saya tau tentang DIA. Hanya seseorang yang saya rasa begitu menarik untuk diketahui. Seorang kenalan baru yang begitu banyak meninggalkan kesan dikali pertama bertemu. Jika kau bertanya siapa dia,maka jawabannya adalah DIA . Jika kau bertanya untuk kedua kali siapa dia, maka jawabannya masih DIA. Bahkan jika kau bertanya untuk yang kesekian kali maka jawabannya pun masih tetap DIA.

Tak banyak yang perlu saya ketahui tentang DIA. Segala keterangan yang seakan dirasa penting pun kini terasa tak penting untuk diketahui . Saya tau DIA baik. Saya tau DIA cerdas, saya tau DIA bisa membawa pengaruh positif dalam hidup saya dan saya suka itu.

Saya memang tipe orang yang mudah percaya pada orang lain. Dan saya rasa DIA memang layak untuk diberikan kepercayaan . Sebuah kehormatan bisa berkenalan dengan orang sebaik DIA.

Perkenalan malam ini,terasa begitu berarti untuk saya . Entah untuk DIA, saya tak tahu pasti. Segala hal yang keluar dari mulutnya , seakan ingin saya catat dalam buku catatan. Semua yang DIA ungkapkan , seakan begitu penting untuk direkam dalam memori ingatan . setiap kalimat yang DIA haturkan rasanya begitu sayang untuk di lupakan.

Oh, biarlah mereka menganggap saya 4l4y. saya tak ingin menanggapi.

Saya kagum dengan seorang wanita yang setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulutnya adalah ilmu bagi orang lain. Terdengar begitu syahdu, walaupun pada nyatanya suaranya datar dan wajar. Entah kenapa seorang wanita yang kali ini saya kenal tepatnya baru saja kenal , seakan mendorong saya untuk masuk lebih jauh dalam dunia ini lebih tepatnya dunia penulis. insya allah.

Jika anda bertemu dengannya, maka saat itu pula keimanan anda akan diuji, Akan iri kah anda?atau anda malah akan begitu terenyah dan mengaguminya??saya tak tahu karna itu hak anda . tapi percayalah. Jika anda wanita , cobalah untuk menjadi seseorang yang begitu mengagumkan dan layak dikagumi seperti DIA.jika anda Pria , maka tak akan ada sesal saat anda memilihnya sebagai pendamping hidup kelak.

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...