Skip to main content

Catatan Kecil untuk Amanda


Pagi yang cerah,Kini seakan menjadi hari terakhir Sisi membuka mata dan berpijak di Bumi Milik Allah Azza waa Jalla.Perasaannya yang galau, seakan menghalangi Sisi untuk melangkahkan kakinya.Sisi Menapakkan kakinya satu persatu dari anak tangga satu ke satu dan ke satunya lagi,hingga berujung dianak tangga terbawah yang berhasil membuat dirinya Memecahkan rekor menuruni tangga terlambat yang pernah ada.

Entah ada angin apa,Sisi terus saja memikirkan Bayang – bayang sang adik tercinta yang dia mimpikan dini hari tadii.Mimpi yang menurut Sisi seakan mengisyaratkan sesuatu,sesuatu yang gak Nampak dipermukaan.Hal itu semakin membuat sisi masuk dalam lingkaran hitam kebingungan.

Sisi mengacak – acak kembali isi otaknya yang semakin gak karuan dengan mengingat hal-hal lain selain sang Adik,gak berhasil dengan usaha mengacak,sisi kembali mencoba mencuci otaknya dengan hal – hal positif namun tetap saja sang adik masih terus menghantui pikirannya.Sisi termenung seraya mengingat-ngingat hal-hal kecil namun berhrga yang Ia lewatkan.Sisi memutar isi otaknya lebih keras lagiii,terus mengingat,dan mengacak Otaknya..dan Deg!!!Sisi berhenti disebuah Persimpangan Abad masa Lalu…sebuah Moment…
***
Sisi Mengayunkan kakinya perlahan disebuah Lahan luas diiringi suara merdu jangkrik tak terlihat,saat itu waktu baru menunjukkan pkl.04.45 PM namun suasananya seakan bersahabat dengan suasana hati sisi yang kelabu.Dilahan luas tak berpenghuni itu hanya ada rumput tak terurus,dedaunan kering ditiup angin,bunga kamboja yang layu berjatuhan,dan beribu batu Nisan.

Langkah Kaki Sisi terhenti disebuah gundukan kecil dan dihiasi batu Nisan yang setengahnya hampir dimakan rumput liar.Sisi merunduk dan mulai mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar gundukan itu.kesibukan sisi membuatnya terjerumus dalam penjara kegalauan dan tak tau kapan bisa bebas dalam belenggu jeruji baja yang merengut hampir setengah tingkat kesadaran Sisi.Kegalauan yang teramat sangat,melingkar,membelit dan merasuk lebih dalam jiwa Sisi secara kontinyu.kegalauan yang kini makin menjamur dan memanipulatif Jiwa Sisi.Bagaimana mestinya??pertanyaan yang terukir indah dlam benak Sisi.

Sisi yang menyadari bahwa,kadangkala Jalan yang ditempuh tak sebanding dengan arah yang dituju,masih terus memahami ketidakpastian.bak kupu – kupu kehilangan sayapnya,Sisi mengambil selembar kertas bermotif bunga mawar dan sebuah pena.Sisi pun mulai menggoreskan Penanya diatas kertas itu,ada Huruf A disana,ada juga K dan ada pula U serta masih banyak huruf yg lain tertuliskan secara perlahan.Tidak banyak yang ditulis Sisi,hanya sebuah catatan kecil dengan hrapan dpat mnghilangkan sgla kegalauan yg dirasakannya,catatan kecil bertuliskan:
“Aku Tak akan melupakanmu,karna menjaga ingatanmu dihatiku akan membahagiakanmu…”

Sisi meletakkan Catatan kecil itu,disamping batu Nisan yang dkunjunginyaa.Sisi pun Mulai beranjak dan menjauh dari batu Nisan itu.sisi mulai melewati batas Lahan Luas tersebut yang lama kelamaan makin menghilang dan tak terlihat,di atas batu Nisan itu terbaca tulisan samar - samar :
Almarhumah
Amanda
Lahir : 14 Desember 2003
Wafat : 28 Juli 2011

Comments

Popular posts from this blog

Saya Cinta Bahasa Mongondow ^_^

aku'oi nongkon bolaang mongondow. lipu' ten molayu' bo koyogot mo bangun kon pemerintahan.  Aka dia’ kotaawanmu bolaang mongondow. Yoh, lagi buka’ google bo tayak. Langsung bidon kota’awanmu koonda Bol-Mong (bolaang mongondow) tua. Ba dia’mo repot,pogumanku don, bol-mong tua kon pulau Sulawesi tepatnya kon Profinsi Sulawesi utara,manado mo magi’-magi’ paa topilik. Kon tua, kami mo make’ bahasa mongondow tapi mobayong doman mo make’ bahasa manado sin intaw manado mo anto’ doman mea’ mea’ Bol-Mong, terutama ABG-ABGnya tua(termasuk akuoi) mo anto pa mo make’ bahasa manado. Bolaang Mongondow tua, totu moloben. Noi bagi 5 daerah, Bolaang mongondow induk ibu kotanya tua kon lolak, kotamobagu ibu kotanya kotamobagu, bolaang mongondow timur totok pusatnya kon nuangan dega’, bolaang mongondow selatan pusatnya kon molibagu, bo terakhir bolaang mongondow utara pusatnya tua kon buroko. Baloiku kon bolaang mongondow induk, asal kon daerah kotamobagu. Se’eta natua?...

terima kasih KULIT

yah,malam semakin pekat . sebelum tulisan ini terlalu jauh gue paparkan. gue pengen ngasih tau,hal apa yang melatarbelakangi hingga tulisan ini seakan begitu penting ,hingga gue mampu meluangkan waktu disela jam penerbangan gue yang begitu padat. satu-satunya alasan gue adalah, ibu Juliet dan materi sistem integumennya yang tak henti gue junjung setinggi awan hingga saat ini. gue terpukau dengan sistem integumen yang sejujurnya udah pernah gue kenal ketika dibangku aliyah dulu. ini bukan cinta pd pandangan pertama memang. bahkan bukan yang kedua. bukan juga yang ketiga. yah, keempat pun bukan. mungkin terlalu sering gue bertemu dengan sii "sistem integumen". namun, pertemuan yang entah keberapa kali ini mampu membuat otot pilomotor gue bekerja lebih cepat dari cara kerja seharusnya. langsung ajha. diparagraf kalii ini.gue pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya, setulus-tulusnya ,dan sedalam-dalamnya pada kulit lapisan EPIDERMIS gue sebagai lapisan terluar yang ...

:'(

saya tulis tulisan ini , dengan mata sembap membaca pesanmu yang begitu memukul ulu hati.. saya coba menahan agar air mata ini supaya tak luruh, namun usaha ini terasa sia-sia. tlah saya coba untuk tak mengingatnya , namun setiap kalimat itu tetap terngiang dan merasuk dalam hati sekali lagi, harus bergelut dalam perasaan resah karna peristiwa yang sama  saya akui. saya kecewa. saya resah. saya takut . dan saya tak bisa menutup mata dan telinga lagi. walaupun kau meminta untuk tidak menghiraukan dan menanggapinya. saya tahu saya tak akan bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang biasa. saya memang kecewa ,namun bukan berarti saya harus mengalahkanmu. saya  sedang resah , tapi bukan karnamu. saya takut tapi sekali lagi bukan takut karnamu.  saya kecewa dengan sikap saya sendiri yang entah harus bagaimana mengisolasinya dalam diri agar terbang dan tak balik lagi.  tak seharusnya saya menanggapi pesanmu tempo hari .mungkin saja dengan kita tak saling berkir...